Pages

Kamis, 03 Mei 2012

Masa Mengenggam Tanganku Berjalan

Aku itu bukan sosok yang mampu mempresentasikan bagaimana perasaan aku keseseorang. Bukan sosok yang mudah menceritakan celah celah berlapis api. Tidak ekspresif, terkadang mudah ku tutupi apa yang menjadi celah celah itu.

SMA sebuah masa yang mampu memberikan banyak rasa. Tuhan tunjukan bagaimana rasa itu Dikhianati, rasa jadi orang egois, jadi disayang, jadi orang banyak teman, jadi orang yang kesepian, jadi orang yang punya rasa kagum, atau jadi orang yang penyakitan. Rahmat Allah itu memang tidak akan pernah terbendung untuk ku. Jika kita syukuri apa itu duka menjadi sebuah suka yang memang Tuhan beri untuk umatnya. Jangan pernah sesali masa yang akan menjadi lalu.

Tuhan juga selalu memberika apa yang aku inginkan, dan memang ku percaya Semua Doa kita sebagai makhluknya itu ditampung. Dan akan dikabulkan. Tapi memang, masih saja ada nikmat Allah yang belum sepenuhnya aku syukuri. Masih ada sebagian orang yang belum kumaafkan. Karena aku bukan tidak memaafkan tapi ada sebuah ketakutan.

Di SMA juga mengharuskan aku mengubah rasa duka berpisah dengan Nurul dan Anggry menjadi Suka. Mereka sahabat yang selalu ada selama aku 4 tahun aku di Palembang. Usia persahabatan kami juga 4 tahun. Aku bersyukur sangat bersyukur bertemu sahabat seperti mereka. Kami beda sekolah, tapi kami masih tetap bersahabat. Tetap berkomunikasi!

Dan aku masih tetap berharap, jika memang Tuhan memutuskan kami harus berpisah jauh dengan beda universitas. Aku berharap persahabatan kami lebih akur dan dekat lebih dari SMP dan SMA. Setidaknya masih bisa berlebaran bersama, natal keruamah Anggry. Jalan-jalan  lagi, makan lagi atau bagian yang paling seru yaitu... Ngeevil bareng lagi.

Someday aku bakal posting tentang apa yang aku rasa beberapa bulan ini.


Senandung "WAIT"

Sudah lewat satu bulan David Archuleta menjalani mision Mormon nya. Brasa sepi, 2 tahun tanpa David Archuleta, ada yang hilang. Bisa di ibaratkan, aku itu sebuah kotak musik yang ada penari baletnya menari didalam. Dan penari balet itu sekarang hilang. Cuma ada senandung tanpa ada yang mampu mengekspresikannya.

Aku selalu berteriak, "Archie pergi CUMA 2 TAHUN kok" santai tapi begitu dalam. Andai perjalanan hidup seseorang itu bagai biografi, yang kita tau cuma tanggal ataupun tahun dapat berganti dengan cepat. Mudah. Tanpa perlu kita ngerasain bagaimana jadi seperti itu. David Archuleta sudah menjadi bagian dalam hidup ku.

Saya mencintai David Archuleta, Dia muda, sederhana, dan taat agama. Dia simple, jarang penyanyi International seperti dia. Kami sungguh mencintaimu David Achuleta. Namun dibalik semua kerinduan kami kepadanya, Archie dibantu managernya selalu mengabar keadaan melalu jaringan sosial yang ia punya. Hanya melalu itu kami berkomunikasi.

Aku sangat berharap "CUTI"nya David Archuleta ini tidak dijadikan keuntungan yang berdampak negatif bagi sebagian orang tertentu.
Sebelum 28 Maret, David Archuleta sempat bermain di salah satu seri drama Filipina, Nandito Ako. Itu salah satu materi ujian praktek Bahasa Inggris ku kemarin. Dan sebelum itu juga David Archuleta mengeluarkan video "WAIT" dan Pas untuk Arch Angel seluruh belahan dunia. Dan David Archuleta juga mengeluarkan 2 Album yang telah ia persiapkan sebelumnya.

Dia memikirkan kami, kami juga memikirkannya.